RANGKUMAN TEORI TEORI PENDIDIKAN 1. Pada dasarnya ada tiga pandangan filsafat terhadap manusia, (1) Empirisme, (2) Nativisme, dan (3) Konvergensi. 2. Empirisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa pengetahuan secara keseluruhan atau parsial didasarkan kepada pengalaman yang menggunakan indera. 3. Emprisme mempunya doktrin bahwa sumber seluruh pengetahuan harus dicari dalam pengalaman, pandangan bahwa semua ide merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami, pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan bukan akal atau bawaan sejak lahir. 4. Nativisme adalah pandangan bahwa keterampilan atau kemampuan tertentu yang 'pribumi' atau keras terhubung ke otak saat lahir. Hal ini berlawanan dengan empirisme, yang 'kosong' atau tabula rasa pandangan, yang menyatakan bahwa otak memiliki kemampuan bawaan untuk belajar dari lingkungan tetapi tidak mengandung konten seperti keyakinan bawaan. 5. Aliran yang sepaham dengan ini adalah paham Naturalisme yang mengatakan anak yang dilahirkan mempunyai perangai buruk, pembawaan baik anak akan rusak oleh pengaruh lingkungan, sehingga aliran ini disebut juga dengan Negativisme, karena berpendapat bahwa pendidik wajib membiarkan anak pada alam. Dengan kata lain pendidikan tidak diperlukan. 6. Nativisme memiliki sejarah filsafat, khususnya sebagai reaksi terhadap pandangan empiris secara langsung John Locke dan David Hume. Hume telah memberikan argumen logis persuasif bahwa orang tidak dapat menyimpulkan sebab akibat dari persepsi masukan. Paling satu bisa berharap untuk menyimpulkan adalah bahwa dua peristiwa terjadi secara Said Suhil Achmad, Pengantar Pendidikan, Kegiatan 2. 14 berurutan atau secara simultan. Satu tanggapan atas argumen ini adalah untuk mengandaikan bahwa konsep-konsep yang tidak diberikan oleh pengalaman, seperti kausalitas, harus ada sebelum pengalaman dan karenanya harus bawaan. 7. Pikiran manusia mengetahui objek di bawaan, cara apriori. 8. Manusia, sejak lahir, harus mengalami semua objek sebagai berturut-turut (waktu) dan disandingkan (spasi). Daftarnya bawaan predikat Kategori menggambarkan bahwa pikiran dapat atribut untuk objek apapun pada umumnya, tetapi mengurangi jumlah bawaan Kategori ke satu, yaitu, kausalitas, yang mengandaikan yang lain. 9. NAtivisme berpendirian bahawa sebelumnya adalah manusia yang memiliki keterampilan, semakin besar kemungkinan keterampilan ini menjadi bawaan genetis daripada belajar sebagai hasil dari lingkungan. 10. Perdebatan antara nativisme dan empirisme merupakan dasar dari semua penelitian ke dalam pengembangan persepsi. Kaum Nativist percaya bahwa manusia dilahirkan dengan semua fungsi persepsi mereka siap untuk digunakan, sedangkan empirisis percaya bahwa kemampuan perseptual harus dipelajari dan disesuaikan. 11. Hasil perdebatan ini melahirkan teori ini merupakan Convergensi (gabungan ) dari kedua teori di atas yang menyatakan bahwa pembawaan dan pengalaman memiliki peranan dalam mempengaruhi dan menentukan perkembangan individu. 12. Dari sinilah maka teori ini menyimpulkan bahwa sifat keturunan atau pembawaan bukanlah faktor mayor yang menentukan perkembangan individu tapi turut juga disokong oleh faktor lingkungan. 13. Bila lingkungan bersifat pasif tidak memaksa bergantung pada individu apakah mau menggunakan kesempatan dan manfaat yang ada atau tidak. Sedangkan pendidikan bersifat aktif dan sistematis serta dijalankan penuh kesadaran.